Kamis, 28 Juni 2012

Manusia dan Harapan

Manusia dan harapan

Harapan adalah keyakinan emosional pada kemungkinan hasil positif yang berhubungan dengan kejadian dan keadaan hidup. Harapan membutuhkan tingkat ketekunan yaitu percaya bahwa sesuatu itu mungkin terjadi bahkan ketika ada indikasi sebaliknya. Rasa keyakinan dalam pengertian ini sangat dekat dengan makna yang diberikan kepada iman.

Contoh termasuk harapan yaitu berharap untuk mendapatkan kaya, berharap seseorang yang sembuh dari penyakit, atau berharap bahwa seseorang memiliki perasaan timbal balik cinta.

Harapan juga merupakan salah satu dari tiga kebajikan teologis Kristen. Melalui kebajikan ini, orang Kristen menginginkan dan mengharapkan kehidupan kekal Tuhan dan Kerajaan Allah sebagai kebahagiaan tertinggi bagi mereka, menempatkan kepercayaan mereka pada janji-janji Kristus. Untuk mendapatkan kepercayaan ini dan bertahan sampai akhir kehidupan duniawi, orang Kristen percaya bahwa bantuan rahmat Roh Kudus adalah pusatnya (ICC, n. 387).

Harapan merupakan keadaan emosional yang timbul karena adanya rasa kepercayaan pada hasil yang positif berkaitan dengan kejadian dan keadaan dalam kehidupan seseorang. Keputusasaan adalah kebalikan dari harapan. Harapan merupakan "perasaan apa yang diinginkan dapat memiliki atau dimiliki atau berharap sebuah peristiwa akan berubah untuk yang terbaik" atau tindakan " melihat ke depan untuk sesuatu dengan keyakinan keinginan yang masuk akal" atau "merasa sesuatu yang diinginkan dapat terjadi ". Definisi lain adalah "untuk menghargai keinginan dengan antisipasi", "menginginkan dengan harapan didapatkannya", atau "untuk mengharapkan dengan percaya diri".


Artikel

Harapan, impian dan keinginan yang tak pasti

Harapan, impian dan keinginan yang tak pasti
 







Manusia selalu punya harapan bahkan tiap kali melihat sesuatu pasti ada harapan, harapan itu sama dengan keinginan dan keinginan itu pasti impian, jaman sekarang banyak orang orang yang berharap impiannya tercapai dan apa yang di inginkannya teraih, tapi mengapa pada saat susah untuk meperjuangan impian itu, bahkan ada yang mengelus,menyerah,dan merasa dirinya tak berguna putus asa. justru itu yang bisa merusak impian atau harapan kita,

sekali kita terjatuh mungkin kita bisa bangus sendiri dan berusaha untuk berdiri, kebanyakan harapan harapan kita tak terwujud karena kita putus asa dan menyerah, justru kalau kita terus dan terus berusaha isya allah pasti kita bisa mengejar impian itu, dan harapan itu pasti tercapai dan keingin itu pasti kita kan miliki

mohon maaf bila ceritanya tak nyambung, tapi saya berusaha untuk selalu enak dibaca ,

raihlah impian, harapan,keinginan mu sekarang, jangan tunggu esok hari lusa nanti. bejuang kawan
Sumber : http://ceritamu.com/Ceritamu/Kiriman/harapan--impian-dan-keinginan-yang-tak-pasti

Kesimpulan :
Harapan adalah sebuah keyakinan emosional akan sesuatu hal akan apa yang diinginkan. Harapan membutuhkan keyakinan agar harapan tersebut tercapai. Setiap manusia pasti memiliki harapan yang sangat indah demi masa depannya. Harapan bukan hanya harus di perjuangkan saja tetapi di laksanakan agar harapan tersebut terlaksana. Manusia tanpa harapan bagaikan sebongkah daging hidup yang memiliki nama dan tanpa masa depan. Bila kita terpuruk dalam menggapai harapan kita harus bangkit dan mulai kembali.

Manusia dan Kegelisahan


Manusia dan Kegelisahan

Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan bisa terjadi pada siapa saja
Kegelisahan berasal dari kata gelisah , yang berarti tidak tentram hatinya , selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi apa pun.
Macam-macam kegelisahan
1) Kegelisahan negatif
Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada.
2) Kegelisahan positif
Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi.
Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita. Ada yang gelisah karena faktor-faktor materi, ada juga yang bukan karena hal-hal yang material.
Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara lain:
1. Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier
7. Dan lainnya

Artikel :

img5 Bahasa Tubuh di Kantor yang Bisa Merusak Karir














Jakarta - Bahasa tubuh biasanya lebih efektif untuk mengungkapkan perasaan daripada kata-kata. Namun, salah pergerakan dalam bahasa tubuh bisa berdampak negatif, misalnya menimbulkan persepsi yang tidak baik.

Jadi saat di kantor, sebaiknya Anda menunjukkan bahasa tubuh yang mencerminkan kepercayaan diri dan profesionalisme. Salah menunjukkan bahasa tubuh, bisa merusak karir dan menimbulkan kesalahpahaman antar rekan kerja. Seperti dilansir idiva, ada lima kesalahan umum dalam menggunakan bahasa tubuh di kantor yang harus Anda hindari.

1. Menghindari Kontak Mata
Saat rekan kerja atau atasan berbicara dengan Anda, yang harus dilakukan adalah menatap matanya. Karena jika Anda menghindar kontak mata, menunjukkan bahwa Anda tidak memperhatikan lawan bicara. Begitupun sebaliknya, jika Anda yang berbicara dengan orang lain baik itu rekan kerja, atasan di kantor atau relasi, sebaiknya berbicara dengan menatap mata mereka. Tatapan mata akan menunjukkan kalau Anda percaya diri.

2. Gelisah
Kegelisahan biasanya datang dari persepsi kita sendiri, baik itu karena takut akan kegagalan dalam bekerja atau salah mengerjakan tugas. Tanda-tanda kegelisahan biasanya ditunjukkan dengan menggigit-gigit kuku tangan atau menggoyangkan kaki. Melakukan kebiasaan tersebut saat gelisah, dapat membuat orang yang berada di sekeliling Anda risih. Untuk itu hindarilah kebiasaan tersebut dan mulailah untuk berpikir positif.

3. Membungkuk
Apabila Anda membungkuk saat sedang duduk maupun berdiri, akan menggambarkan bahwa Anda adalah orang yang ceroboh dan terlalu santai. Jadi hindari kebiasaan membungkuk dan mulailah untuk selalu berdiri dan duduk dengan tegak. Selain dianggap sebagai orang yang berwibawa, Anda juga menunjukkan sosok pekerja yang profesional.

4. Mimik Wajah Negatif
Terkadang mimik wajah selalu lepas kendali jika mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan, misalnya pada saat sedang pusing, mengantuk atau minum-minuman yang terlalu panas. Oleh karena itu
belajarlah untuk selalu mengendalikan mimik wajah Anda dan berusaha untuk selalu tersenyum saat menyapa rekan kerja di kantor. Selain dianggap sebagai orang yang ramah dan menyenangkan, orang juga akan betah berada di dekat Anda.

5. Terlalu Banyak Gerakan Tangan
Saat sedang berbicara, melakukan presentasi dan menjelaskan sesuatu, salah satu bahasa tubuh yang mendukung adalah pergerakan tangan. Namun, terlalu banyak menggerakkan tangan juga dapat lawan bicara tidak nyaman. Terlalu sedikit juga menjadi terlihat kaku dan membosankan. Oleh karena itu, pastikan pergerakan tangan yang dilakukan cukup dan tidak terlalu berlebihan.

(rma/hst)
Di kutip dari :

Kesimpulan :
Kegelisahan adalah suatu perasaan yang menyebabkan ketidak tentraman hati dan perasaan. Kegelisahan adalah sifat natural yang keluar dengan sendirinya dikala sedang berada dalam keadaan yang tertekan. Adapun reaksi yang terjadi dikala kegelisahan sedang melanda sangat beraneka ragam antaralain badan gemetar, keluar keringat dingin, telapak tangan basah, menggigit kuku tangan, enggoyang-goyangkan kaki, mondar mandir, dan suasana hati ingin marah-marah.

Kegelisahan terbagi lagi menjadi dua macam yaitu kegelisahan negatif atau kegelisahan yang berlebihan sehingga membawa keburukan pada diri dan kegelisahan positif atau kegelisahaan yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan. Kegelisahan juga bisa membuat orang di sekeliling kita menjadi kesal karena tingkah laku yang tidak terkontrol lagi, banyak hal yang menyebabkan kegelisahan terjadi di antaranya banyaknya kebutuhan yang harus terpenuhi tetapi tidak memiliki uang, menungu hasil ujian, memiliki penyakit yang sudah akut, melakukan kesalahan yang fatal dan lain-lain.